Menyambut badai yang pasti akan datang

Assalamualaikum….

Halo sahabat pembaca yang semogga di beri kemudahan dalam hal kebaikan apapun, semogga sholawat serta salam tercurah kepada baginda NABI MUHAMMAD SAW, yang mana jalan kemudahan serta kebaikan tertera jelas dengan apa yang beliau telah sampaikan,

Bacaan Lainnya

Sahabat pembaca pernahkah kalian mendengar istilah hidup segan mati tak mau..? Ya nampaknya itu memang banyak terjadi dalam lingkup kehidupan yang realita ini, tatkala sebuah masalah silir berganti tiada henti dan kita di tuntut untuk menyelesaikan semua itu dari yang sederhana sampai masalah yang begitu krusial

Sebagai contoh kecil permasalahan ekonomi dari diri kita sendiri saja yang kadang naik turun lebih lebih sekarang dengan adanya pandemi yang melanda negara kita tercinta ini nampak begitu berat, bahkan untuk sekedar membeli barang kebutuhan sehari hari pun sering berfikir panjang, dari kurang kestabilan hal ekonomi ini saja terkadang sudah membuat kita down bahkan frustasi

Dari sumber itu saja sudah banyak timbul banyak efek dalam diri kita seperti emosi yang sulit di kontrol, menyebabkan kuarng berduli dalam lingkup kehidupan bersama sekitar seperti teman sahabat bahkan kluarga, lantas bagaimana dengan adanya sumber masalah yang lain bahkan terkadang cenderung lebih menuntut untuk lebih sabar dan cepat di selsaikan, sadar atau tidak memanglah hidup sedemikian rupa

Hidup dan ujian hidup nampaknya akan selalu beriringan  seperti sabar dan ikhlas tak serta merta mudah seperti di ucapkan, sabar dan ikhlas adalah hal yang sangat berat, bahkan dari sekian banyak orang hanya orang-orang yang terpilih yang bisa menjalaninya, dari itu apakah kita bisa menjadi orang yang beruntung tersebut ? ya… Semua orang pantas apabila kita memantaskan diri serta yakin pasti akan ada kemudahan setelah kesulitan. 

Allâh Azza wa Jalla berfirman :

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ﴿١٥٥﴾الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ﴿١٥٦﴾أُولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ

Dan sungguh Kami akan berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.(Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabb mereka dan mereka Itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. [al-Baqarah/2

Dari ayat di atas kita belajar bahwasanya semua mahluk hidup akan serta merta di terpa badai ujian yang beragam entah itu si kaya atau si miskin entah dari hal ekonomi, kluarga, aggama, bahkan perasaan, terlepas dari semua itu alangkah baiknya kita sebagai hamba terus mengingat akan datangnya musibah itu dari ALLAH semata, bahkan jatuhnya sebatang rantingpun harus dengan seizinya, memang semua takakan mudah seperti apa yang sering kita dengungkan, akan tetapi semua ini tentang titik balik sebuah hamba yang menghambakan kepada tuhanya.

Badai pasti berlalu selayaknya manusia hidup selalu di beri ujian untuk mengingat serta menghitung banyaknya kemudahan yang sudah allah beri, supaya kita tidak lalai bawasanya kita hidup untuk saling tolong menolong peka terhadap lingkungan sekitar, hidup bukan tentang diri sendiri akan tetapi tentang saling percaya, saling berbagi, saling mengasihi, semogga esok hari terus bisa menjadi orang yang lebih baik. Trimakasih.

seuntai harapan akan selalu ada untuk orang-orang yang percaya akan adanya harapan tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.